Saturday, February 07, 2009

Sekolah Informal

Seminggu sudah,  kuliah semester dua ini aku lalui. seperti kuliah disemester sebelumnya, kuliah di semester ini pun tak jauh bedanya.  Bangun di pagi hari , mandi, berangkat ke kampus, ngerjain tugas kelompok ( tapi belum ), dengerin lecture, baca buku kuliah dan istirahat. Namun , pagi ini mungkin berbeda dengan hari - hari sebelumnya. Hal utama ynag membedakannya adalah hari ini adalah hari libur. Sudah ada agenda yang harus  dikerjakan di pagi ini. Hari ini adalah rapat perdana SFSC setelah liburan yang lalu. kondisi rapatnya pun tak jauh beda. lagi - lagi saya datang telat ( gw indonesia banget sich). Tidak tau kenapa saya datang telat padahal sudah kuprediksikan sejak malam tadi. Sudah ku estimasi waktunya secara kasar. kenyataannya saya juga telat . Biarlah moment ini menjadi catatan tersendiri bagiku.

sebelum dzuhur rapat sudah selesai. kamipun bubar dan beralih ke rencana masing-masing. ada yang ke bogor, ada yang pulang ke jakarta, ada yang mo hadir ke walimah , ada yang tetep di tempat tersebut. aku pun berencana untuk ikut bersama teman - temanku datang ke TIS. Dalam benakku,  TIS merupakan wadah sekolah informal bagi anak-anak yang kurang mampu. aku langsung teringat dengan anak-anak di yayasan bina insani mandiri,mereka dalah  anak-anak jalanan di terminal depok yang menjadi daerah binaan social activity 4, SFSC jakarta. mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung, anak-anak yang harus bekerja dan hidup dilingkungan yang kurang kondusif. mereka harus puas dan bersyukur dapat sekolah gratis di yabim. walaupun dengan fasilitas dan tenaga pengajar seadanya.

pukul 13.00 aku ke stasiun ui. sampai disana aku melihat ada temanku yang semangat mengajak aku ikut TIS sudah ada disana . kami pun menunggu sampai teman-teman  kami kumpul semua. pukul 13.30 kami pun berangkat, itupun setelah kami menunggu kereta yang cukup lama. untuk hari ahad ini, KRL jakarta - bogor memang penuh. sesampainya di stasiun depok baru , kami pun langsung menuju lokasi. jarak antara stasiun dan lokasi kurang lebih 1 km. jarak yang cukup untuk merelaksasikan badan. 15 menit kemudian kami sampai di lokasi. betapa kagum dan terkejutnya aku. TIS ternyata menempati lokasi yang cukup bagus. bila dikategoriukan untuk sebuah tempat belajar informal yang pernah aku temui. bangunan yang berupa rumah kontrakan tersebut saya pikir  jauh lebih representatif dari sekolah master. ada beberapa perbandingan antara sekolah masjid terminal ( master ) depok dan TIS. sekolah master berdinding triplek dan ala kadarnya sedangkan TIS berdinding tembok ( walaupun kontrakan), jika sekolah master  terlihat semrawut dan terpampang apa adanya , TIS lebih rapi dan terkesan teratur. bila saya berhak menilai TIS, TIS lebih beruntung daripada sekolah master. hal ini mungkin disebabkan adanya dukungan dari alumni FT. Jika yabim/sekolah master harus kejar sana -kejar sini untuk cari dana dan belum pasti dukungannya dari siapa. TIS sudah terfokus dalam sumber dananya. dari namanya saja sudah ada embel-embel teknik, jadi sudah jelas segmentasi donaturnya adalah warga teknik UI. 
setelah briefing sebentar, saya mulai dikelompokkan ke dalam tim pemateri. aku memilih kelas enam. ada berbagai alasan aku memilih kelas tersebut, yang pasti aku belum cukup sabar untuk memberikan materi bagi anak-anak. 8 siswa SD kelas emam adalah siswa  yang harus diberi materi dalam kelas ku dan 2 temanku. dalam pikiranku mulai da perbandingan lagi antar TIS dan Yabim/ master. siswa master adalah siswa primer, artinya mereka menimba ilmu hanya di sekolah master sedangkan TIS mungkin hanya dijadikan sebagai sekolah sekunder ( khusunya bagi anak SD). hal ini dikarenakan mereka masih beruntung dapat mengenyam pendidikan dasar formal dengan label negeri/disamakan. labrl yang cukup representatif untuk menunjukkan kualitas sebuah sekoalah dasar standar indonesia. kondisi anak-anaknya pun berbeda, jika di master mereka harus berjuang bekerja dan harus merasakan kerasnya kehidupan terminal, anak-anak TIS lebih beruntung . mereka dapat tinggal dengan keluarganya jika dapat menyamakan, TIS lanyaknya madrasah diniyah yang aku ikuti dikampung , ketika waktu kecil di siang sampai sore hari. jika madrasah fokus pada materi islam , TIS lebih ke materi sekolah umum. 

Dalam kesempatan itu aku hanya merivew materi kelas 6 SD. cukup mudah, soalnya 8 siswa SD diajar 3 pengajar. aku pun berandai-andai, alangkah indahnya jika sekolah yabim / master dapat seperti TIS. aku membayangkan andai anak-anak jalanan di terminal depok dapat sukses, dapat bercita-cita tinggi,dan berani bermimpi. selamat berjuang senat FE  dan selamat berjuang pak rokhim....

Thursday, February 05, 2009

Semangat

Setiap orang pasti ingin sukses. Ingin hidup bahagia dan ingin mencapai goals yang telah ditetapkannya. Hal tersebut merupakan hal yang wajar sebagai kodrat manusia yang ingin hidup bahagia. Parameter kebahagian hidup seseorang pun bermacam – macam . Ada yang menjadikan cita-cita sebagai goal hidupnya nya, ada yang menjadikan barang sebagai goalnya dan ada yang menjadikan keturunan sebagai goalnya tetapi semua itu pasti akan bermuara kepada 2 macam , yaitu hidup bahagia di dunia dan akhirat. Namun, sering kita lupa bahwa seorang juara tidak lahir dari budaya instan, budaya kopas, budaya plagiat, dan budaya hura-hura. seorang pemenang mempunyai kebiasaan yang berorientasi kepada tujuannya, seorang juara yang mampu meraih cita-citanya adalah mereka yang mampu menunda kenikmatan langsung untuk kenikmatan yang lebih utama. Hal – hal yang kecil bagi calon pemenang selalu diperhatikannya. semua yang dilakukannya, ada parameter yang selalu menjadi ukarannya. Bahkan, dalam menghadapi kemungkinan risiko yang ada, selalu sudah disipakan alternative pemecahannya.

Seorang juara bukanlah seorang yang sempurna.

Seorang yang sukses bukanlah orang yang “paling” dalam bidangnya.

Seorang yang menang bukanlah orang yang tidak pernah kalah.

Seorang juara, seorang yang sukses, dan seorang yang menang adalah mereka yang mampu melampau apa yang telah ia tetapkan sebagai goals dalam hidupnya. Nelayan adalah orang yang sukses jika goals dalam hidupnya adalah menjadi nelayan , petani adalah seorang sukses jika goals dalam hidupnya adalah menjadi seorang petani, karyawan adalah orang yang sukses, dan semua adalah orang yang sukses.

Orang –orang tersebut membangun apa yang dicita-citakan dengan positive attitude, spirit, integrity dan belief serta mau belajar dari masa lalu. Tetap semangat teman!!!!!!!!!!
Kemarin adalah masa lalu, Esok adalah bayangan, Hari ini adalah waktu kamu untuk berkarya.







Tuesday, February 03, 2009

Perkumpulan Komunitas: Antara Bentuk Keakraban Sosial dan Primodiarlisme

Mulai liburan ini aku sering browsing di internet. Selain buka – buka email, facebook, dan Friendster aku juga mulai buka – buka situs yang berkenaan dengan daerahku. Mungkin kamu dapat bilang kurang kerjaan ato hal yang narsis ato rasis. Ketika gw sedang asyik browsing hari ini , gw jadi inget situs boyolali.net, suatu situs untuk komunitas warga boyolali di dunia maya. Sebagai seorang yang suka browsing gw sangat appreciate terhadap situs tersebut dan tek lupa gw gabung dengan milisnya. Dari Berita yang gw dapat ternyata ahad ini, 1 Februari ada Kopdar ( Kopi Darat ) komunitas tersebut se jabodetabek di Setiabudi Building, daerah Kuningan. Sebenarnya gw sih ingin ikut acara itu. Selain buat jalin silaturahmi juga bisa bikin network ( he…he…3X) , tapi sayangnya tanggal 2 Februari gw udah harus kuliah jadi terpaksa deh gw g ikut.

Another story….

Gw udah hampi 6 buaan ini tinggal di asrama tercinta. Banyak hal yang dapat gw rasakan. Mulai dari perasaan suka , sedih, dan lain-lain. Pokoknya campur-campur kaya premen nano-nano. Hal yang menjadi sepintas perhatian gw selama ini adalah kantin asrama. Tempat paling ramai dan multifungsi di seantero komplek asrama . Dari mulai makan, belajar, nonton bareng, bergosip ria, semua lebur jadi satu ditemapat itu. Jadi g kebayangkan kan bertapa berisiknya. Budaya yang g juga kalah adalah budaya kumpul satu daerah. Fenomena tersebut mulai sering terlihat ketika bulan desember kemarin ketika penghuni asrama pada bahas rencana sosialisasi ke sekolah masing-masing. Hal yang kuanggap kurang enak adalah ketika banyak yang mengunakan tempat duduk kantin untuk bahas rapat mereka sampai malam sehingga menyulitkan teman-teman yang mau makan untuk mendapatkan tempat duduk. Aku pun sempat berkata dalam hati :’kayakna kantin ini udah harus diperbesar.”

A Little Paragraph

Ngumpul , kopdar, ato paguyuban daerah memang sudah menjadi trend di negeri ini. Kondisi yang serupaa merupakan dampak dari adanya nasib yang sama di tanah rantau. Selain itu, perkembangan teknologi juga merapatkan kekraban mereka menjadi semakin eksis.

I can conclude that…….

Hal yang wajar yang sering kita pahami bersama bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Saya yakin bahwa kita semua juga sudah tau bahwa antara tanah kelahiran, komunitas asal , dan budaya dasar masyarakat disekitar perkembangan kita akan selalu tertancap kuat di diri kita. Sebagai bentuk implikasi dari semua itu adalah adanya rasa kecintaan terhadap sesama manusia yang sama background dan kulturnya. Saya berasumsi bahwa persamaan dasar tersebut jauh lebih kuat dan mengakar daripada persamaan kepentingan. Jauh lebih mengakar daripada persamaan visi dan misi. Namun , dari semua itu hal yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai bentuk perkumpulan tersebut menjadikan diri kita bersikap eksklusif dan merasa paling baik. Jangan sampai kita bersikapkekanak-kanakan dalam menyikapi hal yang demikian. Good luck.

Sunday, February 01, 2009

Apa yang Kamu Baca, Itulah dirimu


Aktivitas membaca merupakan aktivitas yang tidak asing lagi bagi kita semua. sejak kanak-kanak kita sudah diarahkan untuk melakukan aktivitas ini. "kalo mo pinter kamu harus bisa baca dan banyak membaca", begitulah kiranya nasihat yang sering dilontarkan orang tua kepada anak-anaknya. selain itu, aktivitas membaca ini merupakan aktivitas yang sering digembar-gemborkan dalam berbagai kampanye pendidikan, baik di sekolah, institusi pendidikan, pemerintahan ataupun iklan layanan masyarakat. Dari sudut pandang agama (islam) aktivitas membaca sudah diperintahkan 14 Abad Silam. Ketrengan tersebut dapat dicek di Q.S Al-Alaq : 1. Dalam ayat yang pertama kali turun tersebut. sudah sangat jelas dalam ayat tersebut ada kata iqro' , yang meruapakan bentuk amr / Command untuk membaca.

Namun, sayang seribu sayang bila melihat kondisi masayarakat indonesia saat ini. Harapan untuk mempopulerkan membaca masih jauh dari harapan. Aktivitas ini jauh kurang populer daripada menonton TV. Budaya menonton dan mengobrol lebih populer daripada budaya membaca dan menulis. Aku jadi ingat ungkapan taufik ismail bahwa sekerang generasi muda adalah generasi yang buta dan tuli. Buta dan tuli tersebut bermaksan bahwa generasi muda sekarang malas untuk membaca dan menulis ( mungkin saya juga termasuk di dalamnya ).

Terlepas dari fenomena tersebut, aktivitas membaca berpengaruh terhadap karakter seseorang. "Kamu adalah Apa yang kamu baca". begitulah kiranya sebuah ungkapan bijak yang sering kudengar. bila aku pikir lebih lanjut kat-kata itu ada benarnya. Apa yang dilakukan seseorang pasti ada motifnya, termasuk dalam membaca. sebagai gambaran sebenarnya : jika saya mengambil sebuah novel bergenre indonesia klasik berarti saya ingin menikmati potret kehidupan yang lampau. Apa yang saya baca, akan saya mengerti dan saya imaginasikan/tervisualisasikan. Jika saya membenarkan apa yang ada dipikiran saya maka saya akan meniru dan melakukan hal tersebut. semakin saya fokus membaca pada bacaan bergenre tertentu, semakin terlihat karakter saya dari bahan bacaan yang saya baca.

hal yang serupa mungkin juga berlaku pada semua jenis bacaan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah motif dari kegiatan membaca itu sendiri. Kegiatan membaca yang dibangun dengan kesadaran (tanpa ada pressure) akan menentukan proses character building. Character Building seseorang memang lebih kuat dan kokoh jika dibangun dengan membaca daripada dengan proses visual. karena dengan membaca melibatkan beberapa proses yang saling terintegrasi yaitu proses memahami, menbenarkan,mensintesis,menvisualisasikan, dan terakhir terbentuklah suatu tindakan.






Sumber Gambar : tell.fll.purdue.edu


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Energy News. Powered by Blogger